Jiwa

Leave a comment

​Apa kabar senyum yang terkunci
Menatap harap penuh kerinduan
Bersanding dahaga dalam gelap malam
Menunggu untaian dekapan jiwa

Diam

Leave a comment

Tepat lewat dalam pandangan
Mulut ini rapat terkunci tak bersuara
Kuterdiam dalam kursi itu
Tak berdaya bangkit lumpuhkan syarafku

Menghilang dalam keramaian
Kualihkan pandangan kesisi yang lain
Semua hening sunyi tak bersuara
Hanya rintik hujan yang menemani

Aku adalah….

Leave a comment

Aku bukanlah panas
Bukan pula dingin
Aku adalah sayap
Yang memeluknya hangat dalam kesendirian

Aku bukanlah kata
Bukan pula ucap
Aku adalah puisi
Yang memberinya makna dalam hatinya

Aku bukanlah beku
Bukan pula mati
Aku adalah nafas
Yang menghembuskan damai dalam jiwanya

Aku bukanlah semu
Bukan pula bayang
Aku adalah nyata
Yang mengilhami tiap langkah hidupnya

Aku adalah….

Merpati

Leave a comment

Satu hari kembali pergi
Seperti halimun yang memudar
Kembali berkawan dalam tanya

Esok kembali datang memberi ruang
Mencoba laraskan harap dan jawab
Mungkinkah merpati kan hadir…?

Tersenyumlah

Leave a comment

Kau belum terlelap..?
Masihkah ada gundah dalam hatimu…?
Mari kemari.., akan aku ceritakan sebuah kisah di negeri mimpi..
Dimana para pujangga dan penyair tinggal..

Akan aku hitung dari sepuluh hingga satu, dan kau akan merasakannya..
Pejamkamkanlah matamu, atur nafasmu…
Tenangkan hati dan pikiranmu, tetap tenang…
Kau akan masuk semakin dalam dan dalam

Sepuluh…,Sembilan…,Delapan…,Tujuh…,Enam…,

Tetap tenang….lepaskan….dan biarkan semua mengalir…

Lima…,Empat…,Tiga…,Dua….

Dan jika kau telah nenemukannya…cukup buka kedua matamu….dan tersenyumlah….

Satu…

Kepada angin

Leave a comment

Hanya satu yang bisa kuberikan padamu
Tapi hal ini tidak bertahan lama
Berharap kudapat menahannya
Hanya untuk membuatmu kembali tertawa

Tapi mungkin semua ini akan hilang
Aku tak kuasa untuk menahannya
Suaraku hilang tenggelam jauh
Mengiringi alur mimpimu

Tak ada lagi yang tersisa
Kuhanya dapat berharap kepada angin
Mungkin pesan ini tetap terbawa kepadamu
Dimana waktuku sudah saatnya mati

Permainan waktu

Leave a comment

Lonceng berdetak dua belas kali
Menghujam sunyi yang terbaring
Menutup satu lembar kehidupan lalu
Hadirkan sketsa dalam lembar baru

Pernahkan kau terbuai dalam penantian
Melangkah lama menopang raga
Susuri jalan kehidupan menanti surya
Kehangatan murni dalam cahaya

Enam jam lagi dia akan hadir
Bersiap kembali mewarnai hari
Melewati batas waktu yang berlalu
Dan aku tak ingin tetap disini…

Older Entries