Ruang diri

Leave a comment

Kesunyian ruang menanti pagi
Membunuh waktu mengejar mimpi
Tatapan bintang sesekali berkedip
Berlari kecil dibalik awan

Meraba hati didalam diri
Buyarkan kantuk membelah sepi
Berjuta masa hadir sekejap
Mengingat raut wajahmu kawan

 

Advertisements

Kembali

Leave a comment

Wangi yang terurai menusuk kalbu
Menjamah tiap nadi dalam relung jiwa ini
Bulirbulir cinta yang telah lama usai
Kembali merasakan denyutnya

Memahami arti dalam secuil rindu
Gelora rasa melebur lintasi wangi
Ingin rasanya lepaskan dan berlari
Kembali endapkan hasrat sang rasa

Namun hati kecil ini tetap meragu
Ingin alirkan diri dan kembali menjadi arti
Mungkin sudah saatnya tuk kembali arungi
Kembali berlayar membelah rahasia dunia

Redam sisa perih dan biarkan berlalu
Aroma cinta ini kembali memecah sunyi
Membentuk nyata semua mimpi ini
Kembali menapak pasti tepiskan tanya

Jalani dan sisakan sedikit waktu
Hingga semua wangi ini teresapi
Terbuai hangat dalam pertautan hati
Kembali bersanding dalam rasa

Tumpahkan seluruh hasrat rindu
Menghentak keras dalam tiap insani
Biarkan terbingkai manis dalam relung hati
Kembali rasakan kecup hangat cinta

Pohon Perdu

Leave a comment

Kuberjalan dalam gerimis, sisa hujan malam tadi
Bergerak lincah lewati genangan air, lalu….
Mataku tertuju pada sesuatu yang bergerak lunglai
Tepat diantara bayangbayang pohon perdu

Merpati itu meringkuk sendu
Sesekali mengusap sayapnya yang basah
Membeku dingin dan bertahan pilu
Diantara semak belukar yang hampir punah
More

Isolasi

Leave a comment

Ia masih mendengar diantara hiruk pikuk kehidupan
Terisolasi, Tertunduk, tersudut meringkuk dalam gelap
Tak mampu menatap jalan panjang yang membentang
Bagai lilin yang habis terbakar dalam sekejap

Kehilangan semua mimpi, berteriak tanpa suara
Berharap angin malam dapat menyampaikannnya
Seandainya ia berani mengapai salah satu mimpi itu
Kehidupan ini akan berubah dan kembali bergerak

More

Kosong

Leave a comment

Mata yang kosong menatap malam
Mencari arti dalam penantian
Susuri lorong berbalut kelam
Tersesat diri dalan keramaian

Pusaran

Leave a comment

Dua api membakar sukma.
Bergelora dalam pusaran waktu.
Membuat riuh semesta raya.
Bermahkota tawa dan riang.

Semua bergerak secara acak.
Daun berguguran tinggalkan bara.
Hempaskan malam dibalik sunyi.
Saatnya kaki kembali melangkah.

Biasa

Leave a comment

Beratus kata telah terucap
Beribu janji telah kau buat
Bila kata dan janji telah terbiasa
Apakah kau juga biasa…?

Older Entries