Pada perjalanan pendakianku kali ini aku dan teman-teman memutuskan untuk mendaki gunung Dempo di Sumatera Selatan, yang tepatnya berada di kota Pagar Alam. Maka setelah semua rencana pendakian di rinci dengan seksama pada tanggal 12 Mei 2010 kami memulai perjalanan menuju gunung Dempo tersebut. Pagi hari kami menuju Bengkulu dengan menggunakan pesawat terbang dan setelah 1 jam perjalanan kami mendarat di bandar udara fatmawati (Bengkulu).

Setelah sarapan dan berbelanja logistik maka perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mobil sewaan menuju kota Pagar Alam dengan melalui daerah Lahat Sumatera Selatan. Lama perjalanan ini ditempuh sekitar 5 jam. Dan sekitar pukul 16:00 sore kami tiba di rumah pak Anton. Letak rumah pak Anton berada persis di seberang pabrik teh hitam dempo (dibelakan masjid). Pak Anton ini merupakan sesepuh bagi para pendaki terutama bagi mereka yang ingin mendaki gunung Dempo. Di rumah pak anton ini kami beristirahat di base camp pendakian, base camp ini memang sengaja dibuatkan oleh pak Anton bagi para pendaki untuk menginap dan beristirahat.

Pada tanggal 13 Mei 2010, pukul 05:00 kami sudah bersiap di depan pabrik teh untuk menunggu kendaraan truk yang akan mengantarkan pupuk ke kampung IV, maka saat truk tersebut keluar dari pabrik kami segera menaiki truk tersebut agar mempersingkat waktu kami menuju kampung IV. Dan tentunya saat menaiki truk ini atas seizin dari Pak Anton. Lama perjalanan dari rumah pak Anton menuju kampung IV sekitar 1 jam (dengan menggunakan kendaraan), namun bila berjalan kaki dapat ditempuh kurang lebih selama 2,5 jam perjalanan.

Pada pukul 07:50 pagi kami memulai pendakian melalui perkebunan teh di kampung IV dan tiba di pintu rimba pukul 08:10, perjalan kemudian kami lanjutkan menuju pos I. Lama perjalanan dari pintu rimba menuju pos I sekitar 1 jam 30 menit. Setiba di pos 1 kami beristirahat dan makan siang, di pos ini sempat pula hujan turun dan memaksa kami untuk segera membuat bivak agar terlindung dari hujan. Di pos I ini terdapat air yang dapat diambil untuk keperluan pendakian.

Setelah hujan reda, pada pukul 12:15 kami memulai pendakian menuju pos II. Medan yang kami lalui menuju pos II sangat licin, hal ini diakibatkan hujan yang turun dan banyaknya akar-akar pohon serta jalan yang menanjak membuat kami berjalan sangat perlahan. Perjalanan ini sangat melelahkan dan menguras tenaga kami, apalagi dengan memikul beban yang sangat berat pada pundak kami masing-masing. Pada pukul 14:10 kami tiba di daerah tebing yang di beri nama “Dinding Lemari”. Dinding lemari ini memiliki ketinggian sekitar 5 meter dan kami harus berhati-hati saat melaluinya karena sangat licin. Setelah melalui dinding lemari ini kami beristirahat sejenak dan kemudian kembali melanjutkan perjalanan menuju pos II.

Setelah menempuh kurang lebih 4 jam perjalanan dari pos I maka pada pukul 16:00 kami tiba di pos II. Di pos II ini kami memutuskan untuk menginap dan mendirikan tenda, maka setelah tenda selesai didirikan kami segera beristirahat dan menyantap makanan yang kami bawa. Tak terlalu banyak kami beraktifitas di malam ini selain makan dan beristirahat mungkin hal ini disebapkan beratnya medan yang telah kami lalui serta harus mempersiapkan fisik kembali pada esok hari untuk menuju puncak Dempo dan Marapi. Di pos II ini juga terdapat air bersih yang dapat diambil untuk keperluan pendakian.

Tanggal 14 Mei 2010 pukul 11:00 kami memulai perjalanan menuju puncak Dempo dan Marapi, medan yang kami lalui kali ini tidak jauh berbeda dengan jalur kemarin namun kami harus melalui daerah cadas yang bercampur dengan jalur lintasan air. Di jalur ini diperlukan ketelitian saat melaluinya karena sangat terjal dan licin. Maka setelah 2 jam perjalanan dari pos II, pada pukul 13:00 kami tiba di puncak Dempo dengan selamat. Setelah beristirahat sejenak dan makan siang pada pukul 14:30 beberapa orang dari kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Marapi, aku sendiri tetap berada di puncak Dempo sambil menemani salah seorang teman kami yang memang sudah sangat letih untuk melanjutkan perjalanan ke puncak Marapi.

Sekitar pukul 15:10 beberapa rekan aku tiba juga di puncak Marapi, namun sayang mereka tidak sempat mengabadikan danau yang berada disana karena kabut yang sangat tebal. Setelah beberapa menit mereka berada di puncak Marapi dan sempat mengabadikan beberapa gambar di pelataran mereka kembali ke puncak Dempo untuk kembali berkumpul dengan aku dan seorang rekanku. Di pelataran ini juga terdapat air yang dapat digunakan untuk keperluan bagi pendakian.

Dan pada pukul 16:00 kami kembali menuju pos II untuk bermalam dan beristirahat. Kami tiba di pos II pada pukul 17:15, dan ternyata ada beberapa pendaki asal Palembang yang juga mendirikan tenda di pos II ini. Pada malam hari sekitar pukul 20:00 datang badai angin yang sangat kencang dan hal ini berlanjut hingga esok hari saat kami akan pulang meninggalkan gunung Dempo.

Tanggal 15 Mei 2010, pukul 10:00 pagi, kami akhirnya meninggalkan pos II untuk mengakhiri pendakian ini. Dan setelah menempuh sekitar 1 jam 30 menit perjalanan pada pukul 11:15 kami tiba di pos I. Di sini kami beristirahat dan tak lama kami kembali meneruskan perjalanan menuju pintu rimba, kami tiba di pintu rimba pada pukul 13:40. Dari sini kami kembali melalui perkebunan teh hitam Dempo dan kembali menuju rumah pak Anton untuk bermalam. Dan beruntung pula kami bertemu dengan truk yang akan kembali menuju pabrik teh, maka kami segera menaiki truk tersebut. Lama perjalalan sekitar 1 jam di atas truk ini kami isi dengan menikmati pemandangan perkebunan teh hitam Dempo dan berbincang-bincang dengan para pemetik teh yang juga berada di truk tersebut.

Tanggal 16 Mei 2010, pagi hari setelah berpamitan dengan bapak Anton beserta istri kami kembali menuju Bengkulu dengan menggunakan mobil sewaan dan tiba di bandar udara fatmawati – Bengkulu pada pukul 10:00 pagi. Ternyata pesawat yang akan kami naiki mengalami perubahan jadwal menjadi sore hari dan sempat beberapa kali delay. Dan setelah penantian lama di bandara fatmawati pada pukul 18:00 kami meninggalkan Bengkulu dan tiba di bandara Soekarno Hatta – Jakarta pada pukul 19:00. Sesampainya di sini kami berpisah untuk kembali ke rumah kami masing-masing dengan beberapa kenangan tentang pendakian gunung Dempo.

Terima kasih kepada seluruh team Dempo 2010 (Novian, Dono, Zul dan Tyas), pak Anton dan istri, rental mobil, masyarakat di perkebunan teh hitam dempo.{ Catatan: foto-foto di abadikan oleh Zul dan Novian }.