Teruslah berjalan

Leave a comment

Wajah yang ceria telah memudar
Menatap semu dalam sudut bilik kamar
Tertunduk tersudut layu dan membisu
Meronta memecah sepi kesunyian jiwa

Semua pilihan hanya kepingan janji
Mengusik batin yang tak lagi terkunci
Berjalanlah dan terus tetap berlalu
Usah kau berpaling tuk kesekian kali

Sampai nanti kau tiba di ujung dunia
Tempat para tawa, canda dan rasa bercengkrama
Kan ku bawa kau menapaki jalur pelangi
Dimana semua jiwa yang abadi melintasinya

Kembali

Leave a comment

Wangi yang terurai menusuk kalbu
Menjamah tiap nadi dalam relung jiwa ini
Bulirbulir cinta yang telah lama usai
Kembali merasakan denyutnya

Memahami arti dalam secuil rindu
Gelora rasa melebur lintasi wangi
Ingin rasanya lepaskan dan berlari
Kembali endapkan hasrat sang rasa

Namun hati kecil ini tetap meragu
Ingin alirkan diri dan kembali menjadi arti
Mungkin sudah saatnya tuk kembali arungi
Kembali berlayar membelah rahasia dunia

Redam sisa perih dan biarkan berlalu
Aroma cinta ini kembali memecah sunyi
Membentuk nyata semua mimpi ini
Kembali menapak pasti tepiskan tanya

Jalani dan sisakan sedikit waktu
Hingga semua wangi ini teresapi
Terbuai hangat dalam pertautan hati
Kembali bersanding dalam rasa

Tumpahkan seluruh hasrat rindu
Menghentak keras dalam tiap insani
Biarkan terbingkai manis dalam relung hati
Kembali rasakan kecup hangat cinta

Rasa

Leave a comment

Dalam penantian mencapai angan
Bertanya kapan menjawab pelan
Mungkinkah utuh hati yang berlabuh
Tuk kembali merengkuh semua yang runtuh
Kata berganti jiwa menanti
Meniti hari mengusik sepi
Berbalut impian dalam rasa

Senyum esok pagi

Leave a comment

​Hari begitu lambat
Gerimis menambah kerisauan hati
Malam pun enggan tersenyum
Meringkuk tersudut dalam penantian

Menanti senyum esok pagi
Membawa rindu yang tersimpan
Membasuh resah dalam jiwa
Membuyarkan segala impian yang terpendam

Pulang

Leave a comment

​Ini kesederhanaan

Ini keajaiban

Ini mujizat

Ini kebahagiaan

Rindu aku akan pulang…

Jiwa

Leave a comment

​Apa kabar senyum yang terkunci
Menatap harap penuh kerinduan
Bersanding dahaga dalam gelap malam
Menunggu untaian dekapan jiwa

Diam

Leave a comment

Tepat lewat dalam pandangan
Mulut ini rapat terkunci tak bersuara
Kuterdiam dalam kursi itu
Tak berdaya bangkit lumpuhkan syarafku

Menghilang dalam keramaian
Kualihkan pandangan kesisi yang lain
Semua hening sunyi tak bersuara
Hanya rintik hujan yang menemani

Older Entries