​Pada tanggal 14-16 Oktober 2016 ini, aku kembali melakukan pendakian dengan beberapa rekan perjalanan. Gunung yang menjadi tujuan pendakian kali ini adalah gunung Prau dengan ketinggian 2565 Mdpl. Gunung Prau ini terletak di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Gunung Prau adalah pegunungan yang tidak terlalu tinggi dan relatif mudah rutenya, cocok bagi pendaki pemula atau mendaki bersama keluarga, hal ini disebabkan start awal dari basecamp atau titik awal pendakian (Dalam hal ini rute Patak Banteng) sendiri sudah berada di ketinggian 1700 Mdpl.

Tanggal 14 Oktober 2016, kami mulai berangkat dari Jakarta pukul 22:00 dan tiba didaerah Dieng pada pukul 10:00 (15 Oktober 2016). Sebelum mulai mendaki kami mengunjungi telaga warna Dieng terlebih dahulu untuk mengambil beberapa buah foto di danau ini.

Setelah itu kami menuju basecamp Patak Banteng dan mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk memulai pendakian. Pada pukul 14:23 kami memulai pendakian menuju pos 1, awal perjalanan kami melalui beberapa anak tangga dan jalan berbatu untuk mencapai pos 1, dibutuhkan waktu sekitar 19 menit untuk mencapai pos 1 (14:42)

Pos 1 (Sikut Dewo)

Dari pos 1 perjalanan kembali kami lanjutkan menuju pos 2, dari sini jalan mulai sedang menanjak dengan melalui beberapa perkebunan penduduk, tak lama berjalan sekitar 26 menit kami tiba di pos 2 (15:18), disini kita melalui pula beberapa warung penduduk yang dapat digunakan untuk beristirahat.

Pos 2 (Cangal Walangan)

Perjalan kami lanjutkan menuju pos 3, ada juga kami lewati sebuah warung terakhir sebelum memulai jalur yang lebih menanjak dan berbatu. Dari pos 2 ke pos 3 ini jalan mulai menanjak dan relatif licin bila dilalui pada musim penghujan. Dengan lama perjalanan sekitar 42 menit kami tiba di pos 3 (16:00).

Pos 3 (Cacingan)

Dari pos 3 ke Pelawangan jalan tetap menanjak, dengan kombinasi tanah dan akar pohon yang melintang serta hutan pinus membuat perjalanan semakin menarik, hanya dibutuhkan waktu sekitar 37 menit untuk mencapai Pelawangan dari pos 3.

Dari Pelawangan (16:37) kita berjalan mendatar dan tiba di puncak tertinggi gunung Prau (2565 Mdpl) yang ditandai dengan sebuah tugu pada pukul 16:52 , sekitar 15 menit perjalanan.

Sesampainya di puncak Prau kami mendirikan tenda untuk beristirahat dan bermalam, sambil menunggu saat matahari terbit untuk mengambil foto dari lokasi ini. Angin lumayan kencang di lokasi ini juga dingin yang menusuk tulang membuat kami lebih betah berlamalama menghabiskan waktu didalam tenda.

Saat matahari terbit (sunrise) adalah waktu terbaik yang disuguhkan dari lokasi ini (puncak Prau). Dari sini kita bisa menikmati sunrise yang indah juga beberapa gunung yang pernah aku daki dapat terlihat dari sini, terutama saat cuaca cerah.. Gununggunung tersebut antara lain; Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing dan Slamet.

Setelah sarapan dan membereskan perlengkapan pendakian kami kembali mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan turun. Rute kali ini kami melewati jalur Dieng, yang relatif mendatar dan berbukit.

Pukul 09:35 kami memulai perjalanan turun, selama perjalanan kami melewati perbukitan dan savana yang terhampar luas.

Dari sini kita juga dapat melihat perumahan penduduk di daerah Dieng, dengan pemandangan yang cukup indah.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam 36 menit (11:11), kami tiba di pos 3. Cuaca cukup panas bila melintasi rute ini, maka diharapkan untuk memakai pelindung kepala dan lengan panjang agar kulit tidak terbakar oleh panasnya matahari.

Pos 3 (Nganjir)

Disini kami beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos 2. Dari pos 3 ini kita ambil jalur kekiri menuju Dieng jika lurus maka menuju ke arah menara pemancar.Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2, disini kita juga menemukan pertigaan (kiri menuju Kali Lembu dan kanan menuju Dieng) kita ambil jalur kanan. Dari sini jalur mulai relatif menurun sampai pos 2.

Pos 2 (Semendung)

Setelah berjalan sekitar 47 menit (11:58) kami tiba di pos 2 yang ditandai dengan sebuah tugu, tak lama kami mulai kembali berjalan turun menuju pos 1, dengan kondisi jalan yang tetap menurun dan rimbunnya hutan pinus dibutuhkan waktu sekitar 33 menit untuk mencapai pos 1.

Pos 1 (Gemekan)

Pukul 12:31 kami tiba di pos 1. Jarak dari pos 1 menuju pintu rimba cukup dekat. Hanya dibutuhkan waktu 4 menit untuk mencapai pintu rimba.

Pintu rimba

Dari pintu rimba jalan relatif mendatar dan mulai memasuki perkebunan penduduk, dan akhirnya pada pukul 12:51 kami tiba di basecamp Dieng.

Berikut sekilas cerita perjalananku di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Dengan pemandangan yang indah serta mendaki bersama temanteman baru membuat perjalanan ini menjadi menyenangkan..

Ok, cukup sekian catatan perjalananku kali ini, semoga ada waktu bersama kembali untuk melakukan perjalan yang baru… See you…

Terima kasih kepada rekanrekan seperjalanan; (Dio, Dessy, Tobing, Ika, Yordan, Rahellia, Jacky, Novela, Yunita, Christian, Ivan T, Ivan W, Mala, Dhito, Shela, Pawe dan Boy)