Pada mei 2016 ini, aku bersama beberapa teman kembali melakukan pendakian. Dan gunung yg kami tuju saat ini adalah gunung Lawu yang terletak di perbatasan Provinsi jawa tengah dan Jawa Timur.
image Jalur pendakian yang kami lewati melalui Candi Cetho (1496 mdpl) yang berada di Dusun Ceto, desa Gumeng, kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Pada tanggal 5 mei 2016 kami sudah berada di kawasan Candi Cetho untuk mempersiapkan perlengkapan pendakian dan logistik. Serta beristirahat untuk mempersiapkan fisik dalam pendakian esok hari.

image

Pada tanggal 6 mei 2016 kami memulai pendakian pada pukul 8 pagi, setelah mendaftar di pos pendakian untuk mengurus segala perizinan kami memulai pendakian, sekitar 30 menit berjalan kami mencapai sebuah candi yang lebih tua dari Candi Cetho, yaitu Candi Kethek. Candi ini tepat berada di sisi jalur pendakian. Candi ini masih tegap berdiri namun sayang patung Kethek yg berada di candi ini telah hilang, dicuri oleh orangorang yang tidak bertanggung jawab. Selepas beristirahat sejenak kami melanjutkan pendakian menuju pos 1.
image

Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan kami tiba di pos 1/ Mbah Branti (1600 mdpl), Sempat kami melewati ladang yang jalurnya relatif datar hingga akhirnya terus kembali menanjak. Setelah beristirahat di pos 1, pendakian pun dilanjutkan menuju pos 2, jalur yang dilalui mulai semakin menanjak walau sempit namun masih tidak terlalu sulit untuk dilewati.
image

Sekitar jam 11 siang kami tiba di pos 2/ Brakseng (2000 mdpl). Karena lumayan lapar kami memutuskan untuk makan siang di tempat ini sambil beristirahat, mengingat jalur berikutnya antara pos 2 ke 4 semakin berat, licin dan lebih terjal.
Sekitar pukul 12:30 perjalanan kami lanjutkan ke pos 3 dan benar saja jalur yang relatif menanjak membuat perjalanan kami semakin lambat.
image

Sekitar pukul 14:30 kami tiba di pos 3/ Cemoro Dowo (2250 mdpl), dan kembali beristirahat…, tak banyak foto yang kami ambil ditempat ini karena kami lebih fokus untuk mengatur nafas, dan beristirahat. Setelah cukup beristirahat kami kembali melanjutkan perjalanan menuju pos 4.
image

Kami tiba di pos 4/ Penggik/Ondorante (2500 mdpl) sekitar pukul 16:30. Dari sini kami mulai terpecah, ada beberapa rekan kami yang tertinggal sejak dari pos 2 yang terkendala dengan keletihan fisik. Namun di pos 3 kami sempat mengatur strategi siapa yang berjalan terlebih dahulu dan siapa saja yang mengawal di barisan belakang.
image

Karena tim kedua belum muncul juga, aku dan dua orang teman memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju pos 5 agar tidak terlalu malam.

image

10 menit sebelum pos 5/ Bulak Peperangan (2850 mdpl), kami memutuskan untuk mendirikan tenda dan bermalam disini, kebetulan ada tempat yang lumayan luas disini, namun kami harus pintarpintar mencari lokasi yang nyaman dikarenakan kontur tanah yang miring dan cenderung tidak rata.
Tak berapa lama tim kedua pun muncul, setelah menyantap makan malam kami beristirahat total, untuk mempersiapkan pendakian menuju puncak gunung Lawu esok hari.

image

Tanggal 7 mei ini pendakin menuju puncak gunung Lawu pun dimulai, kami berangkat sekitar pukul 7 pagi. Tak lama berjalan kami melalui pos 5, pos 5 ini terletak di lembah antara 2 buah bukit. Setelah melewati pos 5 perjalanan diteruskan melalui hamparan padang savana yang cukup luas. Perjalanan relatif datar dan sedikit menanjak.
image

Tak lama kami melalui pasar Dieng yg ditandai dengan tempat terbuka dan berbatu. Konon tempat ini juga disebut sebagai pasar setan karena kadang jika kita melewati tempat ini terdengar suara orang yang ramai dan riuh laksana aktifitas dalam suasana perdagangan disebuah pasar.
image

Sekitar satu jam perjalanan kami tiba di Hargo Dalem disini ada tempat untuk berziarah juga dan yang paling terkenal di tempat ini adalah warung puncak lawu kepunyaan mbok Yem, warung kecil yang tungkunya selalu menyala 24 jam ini membantu para peziarah dan pendaki yang membutuhkan air hangat atau gorengan untuk menahan lapar dan dingin.
Dari Hargo Dalam ini terdapat beberapa persimpangan jalan antara lain menuju puncak Lawu dan ke mata air (Sendang Derajat), konon banyak peziarah yang mengambil air di tempat ini untuk mandi dan dibawa pulang. Air ini juga dapat dimanfaatkan pendaki untuk memenuhi kebutuhan air mereka.
image

image

image

Setelah beristirahat sejenak di Hargo Dalam, kami melanjutkan perjalanan mencapai tujuan terakhir, yaitu puncak Lawu. Jalan yang cukup menanjak dan berdebu ini cukup menguras tenaga kami. Dengan lama perjalanan sekitar 30 menit kami tiba di puncak tertinggi gunung Lawu.
Dipuncak ini ditandai dengan berdirinya sebuah tugu yang berisi keterangan ketinggian puncak gunung Lawu ini.
image

Pemandandangan dari puncak tertinggi gunung Lawu ini sangat indah dan mempesona mata yang jauh memandang hamparan pegunungan di sekeliling gunung Lawu ini.
Tak lama kami beristirahat dan mengabadikan beberapa foto kami kembali turun untuk menuju pos 5 tempat kami mendirikan tenda.
image

Waktu turun dari puncak gunung Lawu ke pos 5 memakan waktu 2 jam perjalanan. Setelah sampai di pos 5 kami beristirahat dan makan siang. Setelah selesai packing dan istirahat yang cukup, tepat pukul 2 siang kami memulai perjalanan turun melalui rute yang sama (rute candi Cetho).
Namun saat turun kondisi jalan semakin licin dikarenakan di pagi harinya sempat turun hujan. Penuh perjuangan untuk melewati jalur menurun yang sangat licin ini…, dengan lama perjalanan sekitar 5 jam kami akhirnya tiba dengan selamat di pos pendaftaran. Dan kami beristirahat di warung sekitar candi Cetho sambil makan malam. Serta dimalam hari sekitar pukul 11 malam kami kembali ke Solo dan esok pagi melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan dalam pendakian gunung Lawu melalui rute candi Cheto.

Terima kasih kepada;
– Pihak ranger rute candi Cheto
– Pihak pengelola candi Cheto
– Tim pendakian (Umro, Bobo, Tanti, Rivan, Budi dan Agus)
– Buah semangka yang setia menemaniku dari awal pendakian hingga pos 5…😁
image

Sampai bertemu lagi dalam catatan perjalananku berikutnya….