Akhirnya kembali juga aku dan beberapa teman untuk kembali melakukan caving di goa Buniayu, setelah beberapa tahun lalu aku terakhir ketempat ini ternyata banyak perubahan yang cukup menonjol dari lokasi atau area pendaftaran dan loket yang kini tampak lebih tertata rapi.

Untuk mencapai lokasi Goa Buniayu bila ditempuh dari Jakarta dapat dilalui dengan rute Jakarta – Sukabumi – Sagaranten, nanti dapat mengikuti petunjuk yang ada untuk mencapai lokasi goa Buniayu tersebut.

Di lokasi pendaftaran atau penjualan tiket masuk terdapat beberapa buah bangunan baru antara lain pendopo, beberapa pondok untuk menginap dan toilet. Juga lokasi ini menawarkan area outbond. Untuk goa di daerah ini hanya terdapat 3 buah yang terdiri dari 1 goa wisata, 1 goa untuk minat khusus dan 1 goa yang tidak dibuka untuk umum.

Pagi itu setelah proses perizinan dan pemakaian alat selesai kami bersiap memasuki goa dengan minat khusus, pintu goa terletak sekitar 300 meter dari tempat penjualan tiket dan hanya ada celah kecil untuk memasuki goa. Dari sini kita diturunkan satu persatu (vertikal) dengan ketinggian sekitar 20 meter.

 Setelah semua sampai di bawah kita harus menempuh perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 3,5 km. Medan yang dilalui cukup beragam, mulai dari menyusuri sungai, (medan basah), medan kering dan lumpur. Untuk memudahkan perjalanan kadang digunakan webbing atau tangga dari tali yang ditempatkan di lokasi-lokasi yang sulit.

 Guide disini cukup baik dan sabar untuk menerangkan seluk beluk goa Buniayu serta membantu bila ada kesulitan dalam penelusuran goa ini, maklum ada beberapa lokasi yang beresiko dan dibutuhkan kehati-hatian dalam melintasinya.

Stalagtit di goa ini juga masih cukup baik dan alami serta di dalam goa ini kita juga dapat menemui beberapa hewan dan serangga seperti: Kelelawar, udang, jangkrik dan laba2. “Saran dalam menyusuri goa ini sebaiknya membawa headlamp sendiri serta batere cadangan, karena headlamp di lokasi banyak yang rusak…”

 Setelah kurang lebih 2,5 jam berjalan kami tiba di pintu keluar goa, kami beristirahat sejenak karena medan lumpur yang kami lewati cukup menguras tenaga. Setelah beristirahat kami meneruskan perjalanan menuju curug Bibijilan untuk membersihkan diri, namun sayang karena saat ini musim kering maka debit air di curug ini sedikit. Setelah selesai membersihkan diri kami kembali ke lokasi awal atau tempat pendaftaran yang ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 20 -30 menit perjalanan.

Sore hari setelah selesai beristirahat dan makan kami kembali ke Jakarta, lain waktu kami akan kembali berkunjung ke goa Buniayu ini.

Salam…..

Terima kasih kepada:

  • Ryan (untuk foto2nya), Umro dan Ian
  • Guide goa Buniayu
  • Masyarakat sekitar goa Buniayu

About these ads