Ku terpaku dalam pusaran waktu
Memandang semu segala kesempatan yang lewat
Kata kata bersahaja itu membiusku semakin dalam
Melawan celah celah keterbatasan di pikiranku

Hati ini tak lagi mampu mendengar manisnya untaian kata,
yang selalu berlarian dalam otakku
Menguburkan semua kemungkinan yang akan datang
Apakah mimpi kan tergantikan…?

Satu malam, dua malam, tiga malam

Jeritanmu tak lagi membuatku berdiri kokoh
Ku hanya dapat bersandar, tanpa sedikitpun kembali bercerita
Pagi tak lagi tersenyum dalam kehangatan
Lara telah membuat benak ini menangis

Sang pemimpi telah terkulai letih
Meninggalkan mimpi mimpi yang sempat tampak nyata
Hilang bersama kilauan pelangi yang semakin buram
Hapuskan hiasan semesta alam, membeku dan terdiam

Satu malam, dua malam, tiga malam

Kembali kutatap dunia yang berputar tanpa lelah
Maukah kau gengam tanganku bila ku ragu…?
Dan mengisi kedamaian dalam relung jiwaku…?
Hingga tak perlu lagi kubayangkan akhir dari perjalanan ini

Akankah kau tuangkan kembali segala kisah itu…?
Karena kita akan tetap berada di sini
Membiarkan diri kita kembali terlelap dalam dekapan alam
Sambil mendengarkan air, tanah serta udara bercengkrama

Satu malam, dua malam, tiga malam

Janganlah berganti….