Cerita perjalananku kali ini adalah mengunjungi pulau Karimun jawa di utara kota Jepara. Maka pada hari sabtu/ 25 Juni 2011, pukul 16:30 kami dengan jumlah total 21 orang berangkat menuju Jepara melalui terminal bis Lebak Bulus. Pada Hari minggu pukul 06:30 kami sudah tiba di kota Jepara – Jawa Tengah dan langsung menuju pelabuhan jepara untuk kembali meneruskan perjalanan menggunakan KMP Muria. Untuk transportasi menuju pelabuhan dari terminal dapat menggunakan becak / jasa ojek seharga Rp 5000,- / dapat juga berjalan kaki. KMP Muria berangkat pada pukul 08:00 dan suasana di kapal sangat penuh sesak dengan pengunjung yang akan berlibur di karimun jawa. 6 jam perjalanan adalah waktu yang ditempuh bila menggunakan KMP Muria ini , Pukul 14:00 kami tiba di pelabuhan Karimun Jawa dan langsung menuju homestay untuk beristirahat, karena badan terasa sangat lelah menempuh perjalanan yang begitu panjang. Sebenarnya ada Kapal cepat yang digunakan sebagai alternantif transportasi lain namun hanya ada pada hari sabtu dan minggu dengan rute Semarang – Karimun Jawa.

  Kemudian pada sore hari setelah cukup beristirahat di homestay  kami menuju dermaga untuk mengabadikan sunset dan sambil menghabiskan sisa waktu malam ini kami menuju alun-alun di pulau Karimun untuk menikmati jajanan makanan dan minuman yang banyak tersedia disana.

Hari senin / 27 Juni 2011 ini adalah waktunya tour laut, maka setelah sarapan pagi kami segera menuju perahu yang akan kami gunakan untuk hoping island dan snorkeling. Dalam tour ini kami menggunakan 2 buah kapal milik pak Giyanto dan pak Alimin. Lokasi yang akan kami kunjungi hari ini adalah sisi timur dari kepulauan Karimun Jawa yaitu: Pulau Sintok, Pulau Tengah, Pulau Kecil dan Menjangan besar.

 Sayang pada hari ini ombak cukup tinggi hingga kesempatan snorkeling di Pulau Sintok kami batalkan dan langsung menuju spot ke dua yaitu Pulau Tengah. Setelah puas snorkeling kami mampir di Pulau Tengah ini untuk menyantap makan siang dengan menu utama “ikan bakar”. Luas Pulau Tengah ini tidak telalu besar dan di dominasi dengan pohon-pohon pantai, kelapa dan semak.

 Tak lama setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kecil untuk kembali snorkeling. Di pulau tengah ini walau terumbu karangnya tidak dalam  namun sangat banyak terdapat ikan. Dan ikan-ikan tersebut tidak takut dengan kedatangan kita cukup dengan memberikan sedikit roti maka ikan-ikan tersebut dapat berkumpul di sekitar kita.

   Hari semakin sore dan kami melanjutkan perjalanan ke lokasi terakhir kami di hari ini yaitu Menjangan Besar. Di Menjangan Besar ini terdapat pula penangkaran ikan hiu, dan bagi pengunjung yang ingin mencoba untuk berenang bersama ikan hiu di lokasi inilah tempatnya.

Setelah selesai mengunjungi Menjangan Besar kami kembali ke Pulau Karimun untuk kembali ke homestay dan beristirahat.

Hari selasa / 28 Juni 2011 atau hari ke dua tour laut kali ini kami mengunjungi beberapa spot di sebelah barat Pulau Karimun yaitu: Ujung Gelam, Gosong Cemara, Pulau Cemara Kecil,  Geleang danMenjangan Kecil.

 Ujung Gelam ini masih masuk di daratan sebelah barat pulau Karimun, dengan batu-batu besar sebagai penghias pantainya juga beberapa pohon kelapa yang menambah keindahan pantai Ujung gelam ini. Disini kami sempatkan untuk snorkeling dan menikmati air kelapa yang dijual oleh beberapa pedagang yang berjualan disana.

  Setelah selesai menikmati keindahan pantai di Ujung Gelam kami menuju Gosong Cemara untuk bersnorkeling dan dilanjutkan menuju Pulau Cemara Kecil untuk beristirahat dan makan siang. Pulau Cemara Kecil ini tidak terlalu luas dan didominasi dengan tumbuhan laut dan semak juga dengan pasir putihnya yang mengelilingi pulau ini. Air tawar juga dapat ditemukan di pulau ini yaitu dengan adanya sebuah sumur di tengah pulau.

 Setelah selesai beristirahat dan makan siang kami menuju Geleang. Di Geleang ini kami tidak mampir di pulaunya di karenakan air terlalu surut. Namun untuk tempat atau lokasi pengambilan foto tempat ini sangat memukau dan menarik, lengakp dengan gradasi warna pantai yang hijau dan biru serta kilatan cahaya di riak-riak air laut yang menambah suasana semakin indah.

Dari Geleang kami melanjutkan ke lokasi terakhir tour kami pada hari ini, yaitu Menjangan Kecil. Snorkeling di tempat ini sangat menarik dengan terdapat beragam jenis coral dan karang juga beberapa jenis ikan yang mendiami tempat ini.

 Setelah hari semakin sore kami kembali ke Pulau Karimun untuk beristirahat setelah lelah beraktifitas di hari ini. Dan bersiap-siap untuk pulang pada esok harinya.

Rabu / 29 Juni 2011 pagi, kami menuju pelabuhan Karimun Jawa untuk kembali menuju Jepara. Namun tampaknya terjadi kesemerawutan dan kesalahan dari pihak pelabuhan dan ketidak tegasan dari KMP Muria hingga pada hari itu dinyatakan tiket habis. Banyak pula penduduk dan wisatawan yang terjebak di pelabuhan karena kehabisan tiket. Menurut kabar ini adanya permainan dari beberapa pihak yang menjual tiket diluar jam resmi penjualan hingga otomatis tiket yang dijual pada hari ini sudah habis  hingga ada sekitar 150 orang yang tidak mendapat tiket di hari ini. Untuk mengantisipasi hal ini maka teman-teman mencarter kapal kayu untuk mencapai Jepara. Harga yang dikenakan perorang untuk menaiki kapal kayu ini Rp 30.000,-. Kapal kayu dengan kapasitas 30 orang ini memakan waktu sekitar 6 jam juga untuk mencapai Pelabuhan Jepara.

Namun aku dan seorang teman yaitu Harun tetap berada di Karimun Jawa ini dan tidak ikut mencarter kapal tersebut dan memilih untuk kembali ke Jepara pada hari Jumat dengan menggunakan KMP Muria kembali.

Siang setelah sekembali dari dermaga aku dan Harun mengantisipasi kekosongan waktu dengan melakukan tour darat di Pulau Karimun dan Pulau Kemojan. Maka tanpa menunggu waktu lama kami menggunakan dua buah motor untuk mencapai lokasi-lokasi yang menarik di tempat ini dengan ditemani Miko dan Gugun sebagai pemandu guide.

 Pada tour darat ini lokasi pertama yang kami capai adalah hutan mangrove. Hutan Mangrove ini sanagt menarik dengan keadaanya yang sangat alami dan dengan panjang jarak maksimal yang dapat ditempuh sekitar 600 meter. Hutan Manggrove ini masih baru saja dibuka dan akan diandalkan untuk masa depan nanti sebagai salah satu obyek wisata di Karimun Jawa.

 Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju bandara udara Dewadaru dan kampung bugis. Bandar udara Dewadaru ini tampak sepi dan hanya dikhususkan bagi pesawat berukuran kecil dan biasaya para wisatawan asing menggunakan bandara udara ini untuk mencapai Karimun Jawa dari Semarang. Selanjutnya Kampung bugis, disini kita dapat melihat ciri perkampungan masyarakat bugis dengan bentuk bangunan yang merupakan rumah panggung.

 Dari lokasi ini kami menuju ke Pelabuhan Legon Bajak di pulau Kemojan. Oh ya Pulau Karimun dan Pulau Kemojan ini hanya dibatasi oleh sebuah sungai yang tidak terlalu lebar. Di pelabuhan ini sangat sepi hanya nampak beberapa kapal nelayan saja, dan biasanya kapal-kapal yang berada disini adalah kapal-kapal kayu sebagai transportasi masyarakat bugis disini dan kapal-kapal tongkang kadang juga berlabuh serta berlindung di pelabuhan ini, biasanya kapal-kapal tersebut berlabuh  saat ombak sedang sangat tinggi / terjadi badai.

 Sore hari kami kembali ke Homestay dan malamnya kembali ke alun-alun Pulau Karimun untuk menikmati makan malam. Warung makan yang sangat terkenal di tempat ini adalah warung bu Ester, dengan masakan yang lezat juga harga yang murah. Di alun-alun sendiri terdapat berbagai jenis makanan, mulai dari martabak, bakso, nasi goreng, dan berbagai jenis minuman pun tersedia. Dan bila anda berada disana harus mencoba sate cumi, dijamin pasti sangat lezat.

Hari kedua tour darat ini kami mengunjungi beberapa tempat antara lain: Pantai Mutiara, Pantai Nyamplung Raga, Pantai Legon Lele dan Tnjung Gelam melalui jalan darat.

 Pantai mutiara adalah pantai pribadi yang di punyai oleh sebuah resort dimana pantainya sangat indah dengan rimbunya pohon kelapa di pantainya dan lokasi resort disisinya yang terletak diatas bebatuan pantai. Namun pengunjung dikenakan tarif bila ingin memasuki lokasi pantai di tempat ini.

Pantai Nyamplung Raga adalah pantai yang masih alami, penuh dengan semak-semak dan kondisi pantai ini tidak terlalu bagus karena banyaknya sampah yang terbawa dari laut.

  Pantai Legon lele adalah pantai yang paling ujung yang kami kunjungi, pantai ini di dominasi oleh tanaman bakau disekelilingnya. Di sekitar pantai ini dahulunya banyak terdapat tambak udang namun karena kondisi tanah yang kurang bagus banyak udang-udang tersebut yang mati dan tambak-tambak tersebut menjadi bangkrut. Sebuah desa terpencil juga dapat kita temukan di Legon Lele ini hanya terdapat beberapa rumah saja disini dan juga terdapat area camping ground di tempat ini dan tidak terlalu luas.

  Dari Legon Lele ini kami sempatkan untuk mampir di lokasi ziarah, yaitu di makam Sunan Nyamplungan atau Syech Amir Hasan, putera dari Sunan Muria. Menurut sejarah Sunan Nyamplungan inilah yang memberikan asal mula nama Karimun Jawa ini. Untuk mencapai makam kita melewati beberapa anak tangga dengan jarak kurang lebih 200 meter, di dekat makam juga terdapat mushola dan mata air untuk para peziarah melakukan mandi atau wudlu.

 Dari makam Sunan Nyamplungan ini kami kembali ke Tanjung Gelam untuk beristirahat dan menikmati sunset di sore hari, namun sayang ternyata sore ini langit tampak berawan hingga moment sunset yang kami tunggu pun tidak kami dapatkan.

Setelah tiba di Homestay kami mendapatkan kabar bahwa ada jadwal kapal menuju Jepara dengan menggunakan KMP Muria di malam ini, maka setelah kami packing kami langsung menuju pelabuhan Karimun untuk kembali ke Jepara. Tepat pukul 24:00 KMP Muria mulai meninggalkan pelabuhan Karimun untuk menuju Jepara. Beruntung laut tenang malam itu walau sedikit hujan gerimis namun kami dapat tetap beristirahat di malam itu.

Hari jumat pagi / 30 Juni 2011, pukul 06:00 kami tiba di pelabuhan Jepara. Dan segera memesan tiket bis menuju Jakarta sore nanti. Untuk menghabiskan waktu hingga sore nanti kami beristirahat sejenak di rumah pak Slamet dan berjalan-jalan di sekitar Jepara serta kami sempatkan mengunjungi Alun-alun kota Jepara, Masjid agung, dan museum Kartini.

Sore harinya pukul 18:00 kami kembali menuju Jakarta dengan menggunakan bis Muji Jaya, dan tiba esok hari di Jakarta pada pukul 07:00 pagi. Sungguh perjalanan yang sangat menarik. Suatu saat nanti aku pasti akan kembali lagi ke Karimun Jawa.

Ucapan terima kasih kepada:

  • Pak Giyanto dan keluarga
  • Ibu Jatmiatun dan keluarga
  • Pak Slamet dan keluarga
  • Miko dan Gugun
  • Semua rekan-rekan seperjalanan (Dorine, Clement, Dodo, Leni, Tirta, Sinthia, Natalia, Ita, Tio, Tuti, Lina, Ika, Agus, ari, Jefrri, Iwan, Hendy, Dini, Harun, Umro)
  • Agus – Clement – Dini untuk foto-foto underwaternya
  • Harun untuk teman seperjalanan di tour darat

Catatan: Bila ingin mengunjungi Karimun Jawa harap selalu di update jadwal Kapal (KMP Muria), karena jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.