Kembali kulalui jalan yang pernah terlewati
Kembali kutatap meja kehidupan dan kursi-kursi kayu itu
Dan diary tersebut tetap berada disana, tetap berada diatas meja kehidupan
Namun kondisinya tampak lebih rapi dan bersih, dengan pancaran cahaya kehidupan yang mulai terasa
 
Rasa penasaranku kembali menyeruak, untuk kembali membaca lembaran demi lembaran di dalamnya
Rasa di hati berpacu dengan otakku, apakah benar tentang perasaan yang selama ini terpendam dalam jiwa
Ternyata benar, beberapa lembar pada diary itu telah berisi beberapa rangkaian kata
Tidak banyak memang, namun cukup untuk melukiskan perjalanan si pemiliknya

Tampak canda tawa tercermin dalam guratan kalimat-kalimat itu
Beberapa harapan pun muncul untuk kembali menapaki langkah yang pernah terhenti
Sepertinya semua goresan ini telah berjalan dengan indah
Kudengar juga beberapa lirihan kata yang bergema dalam tulisan ini, bebaslah sudah
 
Masa-masa itu sudah kembali berputar untuk menjadi yang terbaik
semua tampak nyaman tiada lagi kesedihan dan tetes-tetes air mata
Kehidupan itu sudah berjalan, ia pun tak lagi takut untuk menuliskannya
Ia tak lagi membiarkan hari berlalu begitu saja, semua masa yang ada didepan telah berada dalam genggamannya
 
Semua kepingan yang dulu hilang sepertinya telah terjawab di baris akhir
Semua jiwa yang kosong pun telah menemukan arti dan harapan
Membebaskan pikiran yang beku dan merefleksikan dalam syair kehidupan
Serta kembali merajut mimpi-mimpi yang dulu pernah hilang
 
Hmm…. mungkin sudah saatnya kembali kututup diary ini
Kembali kuletakkan diary itu di atas meja kehidupan
Walau aku merasa masih ada sesuatu yang tak kumengerti, namun kucoba untuk memahaminya
Biarkan semua itu tetap menjadi suatu cerita tentang diary……
 
 
Sambungan dari: Perjalanan diary