Pada Perjalanan kali ini, aku dan temen-teman memutuskan suasana yang sedikit berbeda dari perjalalan yang selama ini kami jalani. Kami memutuskan pada tanggal 30-31 Oktober 2010 untuk camping di salah satu lokasi yang relatif tersembunyi yaitu Talaga Bodas.

Talaga Bodas sendiri berada di Garut bagian utara – Jawa Barat dan dekat dengan perbatasan Tasikmalaya. Maka pada hari jumat malam teman-teman berkumpul di rumahku sebagai tempat meeting point dan sabtu subuh pukul 4 pagi kami berangkat menuju ke Talaga Bodas dengan menggunakan elf. Kami menggunakan elf di sebapkan jalur menuju Telaga Bodas sangat sulit untuk kendaraan roda 4, kecuali elf dan kendaraan offroad / 4×4 yang mempunyai tenaga yang cukup untuk mencapai lokasi tersebut.

Dari Jakarta kami langsung masuk tol melalui Bandung, Garut dan Tasikmalaya. Kami tidak melalui Kota Garut untuk menuju ke Talaga Bodas karena medan yang di tempuh bila melalui kota Garut sangat sulit dan hanya kendaraan roda 2 saja yg dapat melaluinya, walau pun hanya berjarak 15 km. Pukul 7 pagi kami sudah memasuki daerah Garut dan sarapan serta berbelanja bahan-bahan makanan di sekitar pasar Malangbong. Setelah semua perbekalan selesai disiapkan kami langsung menuju ke Talaga Bodas. Sebelum kami memasuki kawasan Talaga Bodas kami melewati beberapa sumur bor yang menghasilkan gas alam milik pertamina. Jalur pada daerah ini masih relatif mudah untuk dilewati, ketika jalur mulai semakin menanjak dan rusak kami sempat beberapa kali berhenti untuk memeriksa kondisi kendaraan dan kami pun sempat berjalan kaki sekitar 100 meter karena memang medan yang sangat berat. Pada pukul 11 siang kami tiba di pos penjagaan Talaga Bodas dan meminta izin kepada penjaga (pak Agus) disana untuk menginap mengunakan tenda.

Talaga Bodas memang sangat menarik dan indah, sebenarnya sangat mirip dengan Kawah Putih di Ciwidey – Bandung Selatan. Namun karena lokasinya yang relatif sulit dijangkau maka, Talaga Bodas ini lebih alami dibandingkan dengan Kawah Putih yang sudah terlalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik dari dalam dan luar negeri. Lalu kami melanjutkan perjalanan sekitar 15 menit untuk mencapai lokasi kami membuat tenda, disini juga terdapat beberapa gubuk yang dapat digunakan untuk memasak dan sholat. Dan dibawahnya tampak beberapa kolam yang dapat kita gunakan untuk berendam air belerang.

Setelah tenda kami dirikan kami segera memasak dan menikmati indahnya Talaga Bodas dan tentunya tak lupa untuk berendam di kolam-kolam belerang yang disediakan. Mata air dapat kita temui sebelum mencapai lokasi tempat mendirikan tenda dan di lokasi tempat kita mendirikan tenda juga terdapat air bersih yang dapat kita gunakan untuk memasak. Setelah makan malam dan lelah beraktifitas kami memasuki tenda kami dan beristirahat dan bersembunyi di balik sleeping bag kami untuk menghalau suhu yang amat dingin.

Pagi hari suasana sangat cerah dan bersahabat padahal kemarin sempat beberapa kali gerimis dan mendung. Teman-teman pun sudah pada sibuk beraktifitas mulai dari hunting foto, memasak, berendam air belerang dan tetap saja masih ada yang menikmati hangatnya tenda.

Di Talaga Bodas ini banyak juga terdapat beragan jenis tumbuhan dan yang sangat menarik yaitu kantung semar yang dapat tumbuh dengan baik ditempat ini. Talaga Bodas pada pagi ini sangat menarik dengan warnanya yang kehijauan serta asap yang terus menerus keluar dari kawah membuat pemandangan menjadi sangat indah indah dan eksotis.

Pada siang harinya setelah kami selesai membereskan barang-barang kami dan berpamitan dengan pak Agus, kami kembali ke Jakarta. Di tengah-tengah perjalanan kami sempat berhenti untuk mengabadikan Gunung Papandayan yang tampat indah dengan awan-awan putih yang berada di puncaknya. Dan pada pukul 8 malam kami tiba kembali di Jakarta dengan selamat dan gembira, terima kasih kepada teman-teman nanti kita akan berkumpul lagi.

Terima kasih kepada:
– Pak Agus & keluarga di Talaga Bodas
– Novian, Dono, Tyas, N9, Ei, Ling-ling, Helen, Nanang, Ian, Zul 1 & 2.
– Foto-foto dari kalian semua.