Taman Nasional Gunung Halimun Salak kembali aku datangi untuk yang ke tiga kalinya, kebetulan pada kedatanganku kali ini sekaligus untuk melakukan survey tentang lokasi-lokasi yang menarik di kawasan TNGHS ini, survey kali ini juga berhubungan dengan pekerjaan yang sedang aku rintis saat ini. Maka aku dan umro pada kamis 18 februari kemarin mulai melakukan survey ke taman nasional ini. Dan kebetulan juga beberapa teman dapat ikut serta dalam survey kali ini. Pada kamis malam itu aku dan rekan-rekan sudah berkumpul di rumahku dan setelah semua datang pada pukul 9 malam kami mulai berangkat menuju desa Citalahab sebagai tujuan utama kami, rute yang kami lalui adalah jakarta – Tol jagorawi – Leuwiliang – Nanggung – Citalahab. Di daerah Parung kami sempat beristirahat sejenak sambil membeli beberapa keperluan logistik di indomaret. Setelah menyantap martabak manis kami segera melanjutkan sisa perjalanan dan kami tiba di desa Citalahab pada pukul 3 dini hari.

sunrise di perkebunan teh nirmala Setelah tiba di Citalahab kami di sambut oleh pak Suryana dan setelah menikmati minuman hangat kami segera beristirahat di rumah pak Suryana sambil menunggu waktu untuk mengabadikan sunrise pada pagi harinya. Sekitar pukul 5 pagi hanya aku dan Puji yang bangun maka kami berdua bergegas mendaki ke puncak bukit di perkebunan teh nirmala untuk mengabadikan sunrise. Sesampainya di sana apa yang kami tunggu pun muncul cahaya kemerahan dari timur mulai nampak, walau kadang berkabut namun disela-sela kabut tersebut kami dapat mengabadikan suasana sunrise tersebut. Tak lama muncul Umro, Dee dan Ian untuk bergabung di puncak bukit untuk berfoto-foto juga.

Setelah selesai foto-foto di puncak bukit kami kembali ke homestay dan ternyata Novian dan Zul masih tidur, dan setelah makan siang kami menuju ke stasiun penelitian di Cikaniki dengan trekking melalui hutan, sesaat sebelum memasuki hutan kami menjumpai beberapa ekor Surili (Presbytis comata) yang sedang bermain-main di antara pepohonan. Jalur trekking yang kami lalui nampak sangat rapat mungkin hal ini di sebapkan karena saat ini masih masuk di musim penghujan. Setelah menempuh perjalanan sekitar 90 menit kami tiba di Canopy Trail, namun sayang keadaan Canopy Trail tersebut masih rusak padahal Canopy Trail ini merupakan salah satu lokasi yang menjadi tujuan utama para pengunjung yang mengunjungi TNGHS ini. Dari Canopy Trail ini kami melanjutkan perjalanan ke stasiun penelitian Cikaniki dan ternyata di sini kami bertemu dengan Endah beserta rombongan dari Couch Surfing Jakarta yang sedang berada di lokasi ini.

saat bertemu endah dan deedee Dari stasiun penelitian Cikaniki ini kami melanjutkan perjalanan menuju curug Cimacan dan tak beberapa lama berada di sini kami juga bertemu dengan Deedee Caniago yang datang dengan rombongannya geng borjunya, jadi ada tiga rombongan yang berada di curug Cimacan ini. Setelah puas mandi di air terjun dan foto-foto kami pada pukul 5 sore kembali melanjutkan perjalanan menuju Citalahab yang memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan (jalan kaki). Setiba di homestay di Citalahab kami segera mandi dan makan malam sambil beristirahat dan tentu saja bermain kartu.

Pada pukul 9 malam kami kembali menuju ke daerah di sekitar Canopy Trail untuk mengamati jamur yang menyala. Beruntung pada malam hari itu hujan tidak turun hingga kami dapat menikmati jamur-jamur yang menyala tersebut. Setelah puas menikmati keindahan jamur-jamur tersebut kami bergegas kembali menuju homestay di Citalahab, namun sebelum tiba di homestay kami sempatkan beristirahat di lokasi penimbangan teh sambil menyantap cemilan yang kami bawa. Setelah waktu semakin larut dan dingin kami bergegas kembali menuju homestay dan tiba pada pukul 12 malam.

Besok harinya kami hanya bersantai-santai saja di homestay, dan rencana mengunjungi curug Pi’it kami batalkan, hal ini karena mobil yang kami gunakan tidak dapat kami pakai hingga malam hari. Dan setelah menikmati suasana di Citalahab kami kembali ke Jakarta dengan melalui rute yang sama saat kami berangkat kemarin.

Terima kasih kepada Pak Suryana dan pak Ade di Citalahab
Rekan-rekan survey : Umro, Novian, Zul, Dee, Puji dan Ian
Couch Surfing : Deedee Caniago dan Endah

Kesan-kesan dalam survey ini “A strange journey, no plan, a sudden, stupid, no rental car, no guide, no itinerary, no schedule and just for fun …. enough with the cost of 115 rupiah, include: homestay, meal 4x, fruit, snack, wine, soft drink, hot milk, coffe, and tea”