Gunung SlametPada tanggal 26/11/09 – 2/12/09 kemarin, aku bersama ke dua temanku yaitu Novian dan Tyas melakukan pendakian ke gunung Slamet (3428 Mdpl). Gunung Slamet sendiri merupakan gunung tertinggi di jawa tengah dan menempati posisi ke dua untuk gunung tertinggi di pulau jawa setelah gunung Semeru tentunya. Gunung ini berada di perbatasan kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga Dan Pemalang, propinsi jawa tengah. Pada puncak gunung Slamet ini terdapat empat buah kawah yang semuanya masih aktif. Hutan yang dapat ditemui di gunung Slamet ini antara lain hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokap Atas, hutan Montane dan hutan Ericaceous / hutan gunung.

Untuk mencapai gunung Slamet ini dapat melalui tiga pintu masuk yaitu melalui : Bambangan, Batu raden dan Kaliwadas.

Stasiun Purwokerto Setelah kami sepakat menentukan rute perjalanan maka diputuskan kami akan mendaki gunung Slamet melalui jalur Bambangan. Pada tanggal 26/11/09 sore kami sudah berkumpul di stasiun kereta (Senen) untuk memulai perjalanan dengan mengunakan kereta ekonomi (Progo).
Pukul 21.18 malam kereta berangkat meninggalkan stasiun Senen dan tiba di stasiun Purwokerto pada tanggal 27/11/09, pukul 05:30 pagi. Sesampainya di stasiun Purwokerto kami sempat sarapan di sebuah warung sambil menunggu angkutan kota yang akan membawa kami ke terminal bis Purwokerto.

Pada pukul 07:00 kami menaiki angkutan kota (dengan code G1) dan tiba di terminal bis Purwokerto. Dari terminal ini kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki bis dengan jurusan Purwokerto – Bobot Sari, dan turun di pertigaan Serayu. Di pertigaan Serayu ini telah tersedia mobil sejenis Carry yang akan mengantar kami ke base camp pendakian di Bambangan. Setelah sampai di base camp pendakian kami segera mendaftar dan melakukan packing ulang tentang perlengkapan apa saja yang akan kami bawa dalam pendakian nanti.

pondok pemandangan - gardu pandang Tepat pukul 12:00 siang kami memulai pendakian ke gunung Slamet. Awal perjalanan setelah pintu gerbang gunung slamet kita akan berbelok ke kanan dan melalui perkebunan penduduk dan sekitar pukul 14.30 kami tiba di pondok Pemandangan / Pondok gembirin. Setelah menyantap nasi bungkus yang kami pesan di base camp kami melanjutkan perjalanan menuju pos II. Dalam perjalanan ini hujan mulai turun tiada henti dan sekitar pukul 17:30 kami mendirikan tenda di sekitar pos II, setelah tenda selesai didirikan kami makan malam dan beristirahat untuk kembali melanjutkan perjalanan esok hari.

Tanggal 28/11/09 pagi hujan masih saja turun dan kami menunggu hujan sedikit reda untuk melanjutkan pendakian. Sekitar pukul 13:10 hujan berhenti dan kami melanjutkan pendakian, pukul 14:30 kami tiba di pos III dilanjutkan dengan pos IV (pondok Samarantu) dan beristirahat di pos V. Di pos V ini kami beristirahat dan mendirikan tenda serta satu-satunya mata air yang dapat ditemui hanya ada di pos V ini. Beruntung sore ini tidak hujan hingga kami dapat mengabadikan sunset dengan latar belakang pemandangan gunung Sindoro dan gunung Sumbing. Tak lama kami kembali memasuki tenda karena suhu udara yang sangat dingin membuat kami memutuskan untuk meneruskan perbincangan di dalam tenda sambil menikmati cemilan dan makan malam tentunya.
hunting foto di pos V sunset dari pos V sunrise dari pos V Pemandangan pagi setelah pos V

Tanggal 30/11/09 kami bangun pagi hari dan setelah sarapan pada pukul 05:30 kami melanjutkan pendakian menuju puncak gunung Slamet. Berturut-turut dalam perjalanan kami melalui pos VI ( Shangyang Jampang), pos VII (Shangyang keraton), pos VIII (Shangyang Kendit), dan pos IX (Plawangan) yaitu batas terakhir antara hutan dan jalur pasir.

Setelah beristirahat sejenak kami meneruskan perjalanan melalui jalur pasir dan bebatuan tersebut, cuaca pun tidak menentu kadang cerah kadang tertutup kabut yang dapat datang dengan tiba-tiba. Jalur pun terasa sulit apalagi saat bebatuan yang kami injak dapat dengan mudah mengakibatkan longsor.

puncak slamet dari pos VII jalur pasir view dari jalur pasir jalur bebatuan

Akhirnya pada pukul 09:30 kami tiba di puncak gunung Slamet dan beruntung cuaca saat itu cukup cerah hingga pemandangan alam sekitar dapat dilihat dengan jelas, termasuk juga dengan kawah dan kaldera yang sangat luas menambah keindahan gunung Slamet ini.

gunung slamet (3428 Mdpl) gunung slamet (3428 Mdpl) kawah dan kaldera daerah sekitar puncak gunung slamet

hujan yang datang tiba-tiba Beristirahat dan berfoto-foto menjadi tema kita di siang ini. Kami berada di puncak hingga pukul 10:10 setelah itu kami kembali turun ke pos V, dan saat mendekati pos IX (Plawangan) hujan kembali turun namun kami tetap memutuskan meneruskan perjalanan. Setiba di pos VII (Shangyang Keraton) hujan semakin lebat dan kami memutuskan berteduh di pondok yang berada di pos VII ini sambil menunggu hujan sedikit reda untuk nanti kembali melanjutkan perjalanan. Setelah hujan reda kami meneruskan perjalanan ke pos V dan tiba pada pukul 14:00. Rencana kami sebenarnya ingin langsung turun di hari ini, namun karena kondisi bila kita turun nanti kita pasti akan terkena malam dan hujan juga belum tentu reda maka kami memutuskan untuk pulang besok pagi dan bermalam lagi di pos V ini, untung kami sudah mempersiapkan kebutuhan logistik yang banyak yang memang ditujukan untuk kondisi seperti ini. Hal ini kami persiapkan karena kondisi cuaca di gunung yang tidak dapat ditebak apalagi saat musim hujan ini.

merangkak di lebatnya hutan Tanggal 1/12/09 pagi, pukul 08:45 kami meneruskan perjalanan menuju base camp di Bambangan, jalur yang kami lewati nampak semakin licin akibat hujan yang terus menerus turun dalam 2 hari ini. Pada pukul 12:30 kami tiba di pos I / pondok pemandangan / pondok Gembirin dan beristirahat sambil menikmati snack dan cemilan yang kami bawa. Setelah sempat terpeleset beberapa kali dan sempat tersasar di ladang penduduk, dan setelah berputar-putar di ladang penduduk kami tiba di base camp Bambangan pada pukul 14:50 dengan selamat.

pos IV - pondok samarantu pos III - pondok cemara jalur yang licin gerbang gunung slamet

Sore harinya kami meninggalkan Bambangan dengan mencarter kendaraan sayur menuju terminal bis di Purwokerto, rute yang dilalui kendaraan ini adalah melewati obyek wisata Batu Raden tentunya untuk mempersingkat waktu. Setelah 1 jam perjalanan kami tiba di terminal Purwokerto dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan menggunakan bis malam. Tanggal 2/12/09 pukul 6:00 pagi aku tiba di terminal kampung rambutan Jakarta dan segera berpisah dengan Novian dan Tyas untuk menuju ke tempat tinggal kami masing-masing.

Terima kasih kepada :
~ Novian dan Tyas (untuk teman perjalanan dan foto-fotonya)
~ Pengelola base camp gunung slamet di Bambangan
~ Penduduk di Bambangan atas keramah-tamahannya

Harga-harga yang aku dapat :
~ Jakarta – Purwokerto (KA ekonomi Progo) : 35.000,-
~ Stasiun KA Purwokerto – Terminal Purwokerto (Angkot G1) : 3000,-
~ Purwokerto – pertigaan Serayu (Bis) : 10.000,-
~ Pertigaan Serayu – Base Camp Bambangan : 15.000,-
~ Tiket masuk pendakian : 3.500,-
~ Base Camp Bambangan – terminal Purwokerto (carter 3 org) 150.000,-
~ Terminal Purwokerto – Jakarta (Bis AC) : 50.000,-

"keindahan ada di atas sana"

” Keindahan ada di atas sana”