"kisah pohon tua"

“Ah ia hanya sebatang pohon tua”, begitulah mereka menyebutku sambil berlalu. Tidak seperti dahulu saat aku masih muda dan gagah, mereka pasti mampir untuk beristirahat dan berteduh di bawah tubuhku.

Namun saat ini aku sudah tidak dapat lagi melindungi mereka, ranting-ranting di tubuhku sudah mengering dan daun-daunku sudah tak dapat menangkap butir-butir hujan yang turun dari langit.

Burung burung pun tak mau lagi bersarang dan berkicau di tubuhku, kadang mereka hanya hinggap untuk sesaat dan kemudian kembali terbang ke pohon yang lebih rindang untuk bercanda.

Ingin kurasakan lagi saat saat matahari muncul dari timur untuk menghangatkan tubuhku namun saat ini sinar-sinar itu seakan membakar seluruh kulitku hingga terkelupas. Kakiku pun tak lagi mampu berpijak dengan kuat entah sampai kapan aku mampu bertahan.

Tapi biarlah, aku akan tetap tersenyum saat mereka kembali lewat, mungkin saja ada tangan tangan terampil yang dapat memanfatkan tubuh ini entah sebagai hiasan ataupun sebagai kayu bakar. Tetapi paling tidak aku masih dapat bermanfaat bagi mereka.