Chapter 3

menuju gunung rinjani

menuju gunung rinjani

Tanggal 22 September 2009 setelah selesai mengeksplore sebagian pantai di daerah Kuta – Lombok kami melanjutkan ke gunung Rinjani sebagai target utama kunjungan kami.  Pukul 11: 30 kami berjalan kaki terlebih dahulu selama 15 menit ke arah persimpangan utama (Praya) di lokasi pantai Kuta untuk menyewa kendaraan menuju Gunung Rinjani. Sesampainya di Praya  kami pun menaiki kendaraan umum menuju Kopang dengan lama jarak tempuh perjalanan sekitar 1 jam, Kopang sendiri adalah sebuah kecamatan di kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Dari Kopang kami berpindah kendaraan (elf) yang dapat mengantar kami langsung ke Sembalun Lawang. Rute kendaraan ini adalah Kopang – Bayah – Sembalun Lawang dengan jarak tempuh sekitar 3 jam 30 menit.

Sekitar pukul 16:45 kami tiba di pos pendakian di desa Sembalun Lawang (1156 Mdpl), desa ini merupakan salah satu pintu masuk untuk memulai pendakian ke gunung Rinjani selain melalui desa Senaru dan desa Torean. Kami segera beristirahat dan bermalam di posko pendakian untuk menyiapkan fisik untuk pendakian esok hari.

desa sembalun lawang

desa sembalun lawang

desa sembalun lawang

desa sembalun lawang

desa sembalun lawang

desa sembalun lawang

Rinjani Information Centre

Rinjani Information Centre

desa sembalun lawang (1156 Mdpl)

desa sembalun lawang (1156 Mdpl)

Desa Sembalun Lawang  yang berada di ketinggian 1156 ini  sangat dingin dan  menyenangkan dimana  letak desa ini yang dikelilingi oleh pegunungan dan bukit menambah keasriannya.  Rata – rata penduduk yang tinggal di desa ini mengandalkan kehidupan mereka pada  pertanian dan peternakan dan banyak juga yang mengandalkan kehidupan mereka pada jasa guide bagi wisatawan dalam dan luar negeri untuk memandu mereka mendaki gunung rinjani. Tanggal 23 September 2009 pagi kami sudah sibuk menyiapkan perbekalan logistik yang akan kami bawa untuk pendakian siang nanti. Setelah semua dirasa dan di cek ulang cukup pada pukul 12:00 kami segera melakukan pendakian dengan didampingi 2 orang porter dari taman nasional gunung rinjani sebagai pemandu arah dan membawa sebagian perbekalan logistik, sedangkan seorang porter juga kami siapkan untuk mendampingi team ke 2 yang datang dari jakarta sore nanti.

Guna porter selain sebagai pemandu arah dapat juga sebagai koki kita dalam menyiapkan makanan dan mereka siap kapan pun kita membutuhkan mereka untuk memasak makanan dan mencari air. Namun hal ini tidaklah wajib banyak pendaki – pendaki ( terutama dalam negeri ) yang enggan juga menggunakan jasa mereka dan memilih untuk mendaki dengan rombongan mereka atau teman – teman mereka sendiri semua kembali kepada keinginan para pendaki itu sendiri.

Tepat jam 12:00 kami memulai pendakian, pada awal pendakian kami disuguhkan dengan pemandangan perbukitan dan padang-padang ilalang yang luas sebenarnya medan pada awal pendakian ini tidak terlalu sulit namun karena terik panas matahari di siang hari ini sangat menyengat membuat kami cukup kewalahan menahan panasnya. Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam kami tiba di pos 1 (Pos Pemantauan 1300 Mdpl), disini kami beristirahat sejenak dan berbincang-bincang dengan pendaki lain dan beberapa wisatawan asing yang juga mendaki gunung Rinjani ini.

start menuju rinjani

start menuju rinjani

padang perbukitan

padang perbukitan

padang perbukitan

padang perbukitan

Pemantauan 1300 Mdpl

Pos Pemantauan 1300 Mdpl

Tak lama kami beristirahat pada pukul 15:45 kami segera melanjutkan perjalanan menuju pos 2 (Pos Tengengean 1500 Mdpl) dan pada pukul 16:20 kami tiba di pos 2. Di sini kami segera memasak makanan dan minum air hangat serta menyiapkan tenda untuk tempat kami bermalam malam ini. Di pos 2 ini juga kami menunggu team 2 dari jakarta (yang berangkat dari jakarta tanggal 21 September 2009 melalui jalan darat) dan akan turut dalam pendakian ke Rinjani. Mereka berjumlah 6 orang yaitu : Dono, Kandar, bang Jhon, Novel, Eyi, dan Dwi.

padang perbukitan

padang perbukitan

Pos Tengengean 1500 Mdpl

Pos Tengengean 1500 Mdpl

Pos Tengengean 1500 Mdpl

Pos Tengengean 1500 Mdpl

Pos Tengengean 1500 Mdpl

Pos Tengengean 1500 Mdpl

Pukul 24:00 tepat team 2 dari jakarta pun tiba kami segera menyiapkan minuman hangat dan makanan serta membantu mendirikan tenda untuk team 2, suhu rata-rata yang tercatat di pos 2 saat ini mencapai 20’C.

Pos Pada Balong 1800 Mdpl

Pos Pada Balong 1800 Mdpl

Tanggal 24 September 2009 pagi setelah sarapan pada pukul 08:20 kami seluruh team melanjutkan perjalanan menuju pos 3 (Pos Pada Balong 1800 Mdpl) dan tiba di pos ini pada pukul 09:15.  Lama perjalanan menuju pos ini tidak terlalu lama mungkin hanya sekitar 1 jam perjalanan kita sudah dapat mencapai pos 3 ini. Pos 3 terletak di sebuah lembah dan seperti sebuah sungai pasir yang lengkap dengan tebing dan  bebatuan besar. Sepertinya pos 3 ini dahulu merupakan tempat alur lahar yang keluar dari gunung rinjani  saat dulu masih aktif. Setelah cukup beristirahat di pos 3 kami melanjutkan perjalanan menuju Plawangan 1.

menuju plawangan 1

menuju plawangan 1

Dalam pencapaian ke Plawangan 1 dari pos 3 ini perjalanan cukup melelahkan dengan medan perbukitan (sekitar 5  buah bukit) dan kami sempat beristirahat lama di bukit ke 3 yang dicirikan dengan tumbuhnya pohon cemara di puncak bukit ini. Bukit ke 3 ini  juga dinamakan bukit “penyesalan” karena jaraknya dan medan yang menanjak serta tepat berada di tengah-tengah bukit yang lain. Di tambah lagi dengan panas terik matahari yang menyengat membuat kami menguras tenaga lebih pada jalur ini. Beruntung pada saat mendekati plawangan 1 kabut mulai turun hingga membuat kami lebih nyaman dalam berjalan walau kadang juga kami berpikir bagaimana sulitnya perjalanan ini bila hujan yang sewaktu waktu dapat turun seiring dengan datangnya kabut ini.

menuju plawangan 1

menuju plawangan 1

menuju plawangan 1

menuju plawangan 1

menuju plawangan 1

menuju plawangan 1

menuju plawangan 1

menuju plawangan 1 saat kabut mulai turun

menuju plawangan 1

menuju plawangan 1 saat kabut mulai turun

plawangan 1

plawangan 1

Pukul 13:40 kami tiba di Plawangan 1 dan beristirahat sambil mengatur nafas dan dari sini sudah dapat dilihat danau  Segara anak yang terbentuk dari kaldera yang sangat luas. Di sini juga tampak team mulai terbagi  menjadi 3 bagian, mulai dari fisik, mental dan kecepatan mereka dalam berjalan, kondisi semua ini dapat  mulai terukur setelah tiba di plawangan 1. Dengan adanya perbedaan fisik seseorang ini pula yang nanti akan diterapkan oleh teman teman  dalam membagi team menjadi 3 buah grup saat perjalanan menuju puncak rinjani (Summit Atack). Setelah semua teman-teman dapat terpantau keberadaannya kami melanjutkan perjalanan ke Plawangan Sembalun dengan jarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan rute jalur yang cenderung mendatar. Dan kami pun tiba di Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl) pada pukul 14:30.

menuju plawangan 2 saat berkabut

menuju plawangan 2 saat berkabut

menuju plawangan 2 saat berkabut

menuju plawangan 2 saat berkabut

Pemandangan dari Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl) sangat bagus dengan pemandangan danau Segara Anak yang indah serta sunset di sore hari menambah keindahan yang sempurna di sore ini. Suasana sore itu sangai ramai di plawangan 2 ini tampak beberapa wisatawan asing sedang menikmati  hangatnya segelas kopi  hangat dan beberapa lagi tampak dengan lahapnya menyantap makanan yang telah disediakan oleh porter mereka masing – masing. Saat berada di plawangan sembalun ini kita seakan akan berada di sebuah negeri di atas awan dengan suhu udara yang lumayan dingin dan suhu udara rata-rata di Plawangan 2 ini sekitar 12’C – 18’C.

Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl)

Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl)

Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl)

Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl)

Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl)

Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl)

Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl)

Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl)

Pada malam hari suhu sempat turun ke suhu 5’C dan 2’C dan banyak dari teman-teman yang mulai kedinginan karena tenda dan sleeping bag mereka tidak mampu menahan dinginnya suhu malam itu. Dan untuk mengobatinya secangkir teh atau susu panas sangat ampuh untuk menahan dingin malam itu… haha dan tentu saja dengan tidak keluar dari dalam tenda.

Pagi dini hari pukul 01:00 tanggal 25 September 2009, sudah nampak kesibukan di tenda utama selain memasak air hangat juga menyiapkan perlengkapan untuk mencapai puncak abadi gunung Rinjani yang akan dilakukan pagi ini. Sebelum berangkat menuju puncak (Summit attack) seluruh team menyantap snack dan bubur kacang hijau serta meminum minuman hangat untuk melawan dinginnya suhu pagi itu. Setelah semua siap (alat-alat perlengkapan pendakian dan logistik) maka pada pukul 02:40 kami mulai berangkat menuju puncak Rinjani dengan team yang terbagi 3 yaitu :

  • Team A : Zul, Aku, bang Jhon dan Rio.
  • Team B : Kandar, Angel, Novel dan Dwi.
  • Team C : Novian, Dono, Tyas dan Eyi.

Sunrise dari jalur pasir

Sunrise dari jalur pasir

Awal pendakian dari Plawangan 2 menuju puncak Rinjani lumayan berat dengan mendaki sebuah bukit yang sangat terjal dan berpasir serta berdebu membuat kami sempat kewalahan juga namun dengan tekad dan kesabaran kami dapat mencapai punggungan tertinggi dari bukit tersebut. setelah sampai di punggungan penuju puncak  kami dapat melihat Gunung Baru Jari (2363 Mdpl) yang berada di bawah kami tepat di tengah-tengah danau Segara Anak. Saat itu gunung Baru tampak sedang aktif hingga nampak pula magma dan lahar yang meleleh dari gunung Baru tersebut juga suara gemuruh yang keluar dari gunung Baru tersebut saat menyemburkan gas beracunnya.

jalur pasir

jalur pasir

jalur pasir

jalur pasir

jalur pasir

jalur pasir

jalur pasir

jalur pasir

Setelah selesai beristirahat kami melanjutkan perjalanan menyusuri punggungan tersebut menuju puncak Rinjani, tampak awan mulai kemerahan tanda sunrise akan segera muncul, tampaknya rencana mengabadikan sunrise di puncak Rinjani terpaksa ditunda pada pendakian kali ini di karenakan medan yang berpasir dan berbatu sedikit menghambat perjalanan kali ini hingga kita tidak dapat berjalan dengan cepat.

jalur pasir terberat

jalur pasir terberat

Saat-saat paling melelahkan adalah tikungan terakhir dan menanjak menuju puncak Rinjani, masih dengan medan berpasir namun lebih dalam dan gembur.  Inilah medan terberat yang harus dilalui untuk mencapai puncak abadi gunung Rinjani tersebut. Saat kami beristirahat di jalur ini  kami juga sempat mengobrol dengan wisatawan asing yang sudah kembali turun dari puncak, ia mengatakan bahwa ” This road is not too difficult, this is only practice and the challenge is still up there. But still, i’m sure you’ll get up there and you should be sure you get to the top of Rinjani “. Dan setelah itu kami segera kembali berjalan menuju ke puncak abadi Rinjani.

puncak gunung rinjani (3726 Mdpl)

puncak gunung rinjani (3726 Mdpl)

Dan pada pukul 07:00 pagi kami tiba di puncak tertinggi Rinjani (Rinjani 3726 Mdpl), sesampainya di puncak Rinjani semua rasa letih dan penat pun hilang seketika karena terbayar oleh keindahan yang dapat dilihat dari puncak Rinjani tersebut. Sungguh besar ciptaan Sang Maha Kuasa yang dapat terlihat dari tempat ini. Kita tidak hanya dapat melihat lokasi – lokasi di sekitar pegunungan saja namun juga seluruh pulau lombok dapat kita lihat dari puncak Rinjani ini termasuk pula dengan Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan tampak jelas. Sedangkan di sisi barat nampak pula terlihat gunung Agung di Bali… Benar- benar indah…. Selain kami yang dapat mencapai puncak pada hari itu juga ada beberapa wisatawan asing, teman-teman pendaki dari makasar dan teman-teman pendaki dari malang. Selamat untuk semua….!!

puncak gunung rinjani (3726 Mdpl)

puncak gunung rinjani (3726 Mdpl)

puncak gunung rinjani (3726 Mdpl)

puncak gunung rinjani (3726 Mdpl)

puncak gunung rinjani (3726 Mdpl)

puncak gunung rinjani (3726 Mdpl)

puncak gunung rinjani (3726 Mdpl)

puncak gunung rinjani (3726 Mdpl)

Setelah beristirahat dan menikmati keindahan dari puncak tertinggi Rinjani pada pukul 09:00 kami segera turun kembali menuju Plawangan Sembalun karena kondisi angin di puncak sudah nampak semakin kencang serta untuk menghindari badai yang sewaktu-waktu dapat terjadi puncak Rinjani.

Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl)

Plawangan 2 (Crater Rim 2639 Mdpl)

Sesampainya di Plawangan 2 kami segera makan makanan yang telah disiapkan oleh para porter dan selanjutnya mengemasi barang untuk melanjutkan perjalanan kembali ke pos 3 dan bermalam disana. Sebenarnya rencana kami malam ini menginap di danau Segara Anak  dengan rute plawangan Sembalun – Senaru namun akibat danau tersebut tercemar oleh semburan gas beracun yang keluar dari gunung Baru maka kami memutuskan untuk tidak mengambil resiko dan turun kembali ke bawah melalui jalur Plawangan.

Pukul 17:30 kami tiba di pos 3 tempat kami akan menginap dan malam itu ramai sekali pendaki-pendaki lain yang juga bermalam di pos 3 tersebut. Esok paginya kami melanjutkan perjalanan ke desa Plawangan dengan memotong jalur (setelah melalui pos 1) melewati hutan untuk menghindari teriknya panas matahari.

Ki-ka :Rio, Ei, Tyas, Angel, Dwi, Novian, bang Jhon, Kandar, Zul, Dono, Aku & Novel

 Pos 3 (Pada Balong 1800 Mdpl), Ki-ka :Rio, Ei, Tyas, Angel, Dwi, Novian, bang Jhon, Kandar, Zul, Dono, Aku & Novel

Sesampainya di desa Plawangan kami menyewa mobil pengangkut sayuran agar lebih murah dan menuju ke lokasi wisata air terjun Sindang Gila serta air terjun Tiu Kelep.  Di tempat ini kami akan bermalam serta  mandi di air terjun yang terkenal dengan keindahannya tersebut. Sesampainya di air terjun tersebut kami langsung mandi dan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan kami kembali menuju bali esok harinya.

pintu masuk air terjun di senaru

pintu masuk air terjun di senaru

sendang gila waterfall

sendang gila waterfall

Tiu Kelep Waterfall

Tiu Kelep Waterfall

Tiu Kelep Waterfall

Tiu Kelep Waterfall

Tiu Kelep Waterfall

Tiu Kelep Waterfall

Harga-harga yang sempat aku catat :

  • Angkot, Praya – Kopang perorang : 20.000,-
  • Elf, Kopang – Sembalun perorang : 50.000,-
  • Kendaraan pengangkut sayuran, Sembalun – air terjun Sendang Gila perorang : 25.000,-
  • Tiket masuk Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) perorang : 2500,-
  • Sewa porter (lokal) :  @ 100.000,-
  • Tiket masuk air terjun Sendang Gila perorang : 2000,-

Terima kasih kepada :

  • Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani.
  • Porter gunung Rinjani (Hanif).
  • Zul, bang Jhon, Rio, Novian, Kandar, Dono, Angel, Novel, Tyas, eyi, dan Dwi atas foto-fotonya.

bersambung ke Chapter 3 : Pantai Kuta Bali, Pantai sanur, Uluwatu dan Tanah Lot