Goa Lalay dan Air Terjun Cibeureum
Gunung gede….. ya gunung ini sekali lagi akan kudaki entah sudah berapa kali gunung ini ku datangi semenjak tahun 96 silam diawal pendakianku. Bermula saat beberapa rekan2 ibp dan beberapa teman lain berniat mendaki gunung ini pada tanggal 10 -11 april kemarin aku pun kembali terlibat dalam pendakian ini. Dahulu pendakian gede cukup dilakukan dengan mendaftar langsung di posko pendakian dan dapat bermalam sesuka hati di dalam hutan, namun sekarang ada peraturan baru dari pihak TNGP ( Taman Nasional Gede Pangrango ) yang mewajibkan untuk mendaftar terlebih dahulu ke posko pendakian minimal H-3, hal ini untuk mendata dan membatasi jumlah pendaki yang ingin mendaki gunung gede & pangrango.
Dimana pintu2 pendakian yang dapat dilalui serta jumlah quota pendaki yaitu :
- Selabintana – Sukabumi (100 org)
- Gunung Putri (200 org)
- Cibodas (300 org)
Maka pada tanggal 6 april aku berangkat ke posko pendaftaran di cibodas dengan ditemani umro untuk melakukan pendaftaran. Setelah urusan pendaftaran selesai aku dan umro mampir ke posko relawan ( montana ) di cibodas untuk bertemu wendi, setelah berbincang sebentar kami bertiga melanjutkan perjalanan ke goa lalay dan air terjun cibereum.
Goa lalay yang tersembunyi ini tidak terlalu luas di depannya terdapat kolam dan jalur yang dilalui pun cukup sulit, dimana sebagian sangat licin dan rapat . Mungkin hal yang membuat goa lalay ini tidak direkomendasikan untuk pengunjung di TNGP ini belum lagi dengan banyaknya pacet di sekitar lokasi.
Setelah mengunjungi goa lalay ini kami melanjutkan perjalanan ke air terjun cibeureum dimana saat kami mendatagi tempat ini debit air sedang tinggi dan membuat kemegahan air terjun ini semakin terasa. Ada 3 buah air terjun di cibereum ini mulai dari air terjun pertama yang sangat besar ukurannya, air terjun kedua yang berukuran sedang dan air terjun ketiga yang terkecil ukurannya.
Setelah puas kami melihat lihat air terjun cibeureum ini kami bergegas kembali ke posko montana dimana kabut tebal sudah turun denga lebatnya dan tak lama kami berjalan Byuurr…. hujan turun dengan derasnya kami pun berlari melalui jalan setapak dan sampai di pos montana pada sore harinya dengan badan basah kuyup. Sekitar pukul 8 malam aku dan umro berpamitan dengan wendi untuk kembali ke jakarta, aku sebenarnya ingin menginap di montana namun karena aku harus belanja logistik untuk pendakian besok pada tanggal 10 – 11 april maka aku urungkan niat untuk menginap, selamat tinggal goa lalay dan air terjun cibeureum….
Bersambung : Pendakian Gunung Gede









































wiii…pingin….ikut… hihihi
Wow.. ada 3 air terjun ya disana.. Keren..
han..klu cuma ke air terjun cibeurem harus daftar ju9a? ada porter nda? cp yan9 bisa dihubun9i ada nda?
mauuu duuuuunn??
maksudnya nda perlu bookin9kan?’
punya cp yan9 bisa aku hub.nda han?
anak montana ju9a bole,nda papa pake 9uide aJah,nda tau jalan aku
pp ajah dech min99u pa9i..
thx ya
ohh…aku sempat kesal Om, waktu mau nanjak malam Ranger bilang, “udah booking belum..??” dan menyuruh booking dan boleh nanjak 3 hari lagi
-salam- ^_^