Malam semakin sunyi dan gelap
Hiruk pikuk kendaraan semakin menghilang
Rintik hujan kembali basahi kota
Hilangkan debu bilas sang malam
Di sudut itu…. ya di sudut itu
Seorah bocah duduk di emperan sebuah toko
Terpaku dan terdiam nikmati malam, bahkan sesekali tersenyum
Rasa lelah yang didapatnya telah terbayar dengan segenggam uang
Bocah itu mungkin seumuran dengan adikku
Yang seharusnya pada pukul sebelas malam ini telah tertidur nyenyak di kamarnya
Namun ia menikmati hujan di malam ini dan ini mungkin suatu berkah baginya
Sambil sesekali menyeka wajahnya yang basah
Setelah hujan pun reda, ia membereskan 2 buah payung yang dibawanya
Melipatnya dengan rapi agar bisa dipergunakan esok hari
Kuperhatikan ia melangkah semakin lama semakin jauh dan menghilang
Dan kembali kutatap jalan yang kosong……….











































Nov 06, 2008 @ 10:33:45
puisi itu kadang membuat hati termangu dan termenung,
berbicara masalah bocah yang ada dalam puisi itu, terkadang, kita lupa bahwa, hal-hal kecil buat kita, tapi sangat berarti buatnya, sebagai contoh,..
pemberian uang seribuan, bagi kita mungkin tidak ada artinya, tapi baginya uang tersebut bisa untuk melanjutkan hidupnya dengan membeli jajanan murah
dan hujan, bagi sebagian orang dipandang sebagai sebuah kendala, tapi bagi bocah itu hujan adalah rahmat…good tags
Nov 06, 2008 @ 18:26:02
ya, banyak bocah seperti itu. Kehilangan masa2 indahnya. Siapa lagi yang akan membantu? Minimal empati spt postingan ini.
Nov 06, 2008 @ 20:49:44
siapakah bocah itu, mas han? malam2 begitu masih juga berada di jalanan? mungkinkah mereka anak2 yang telah kehilangan perhatian dan kasih sayang orang tuanya?
Nov 06, 2008 @ 21:40:25
Salam
sang Bocah yang sangat kehilangan kasih sayang dan dekapan
semua ini untuk menengok diri kita yang selalu untuk selalu bersyukur dan bersyukur
salam kenal ,di tunggu kunjungannya
Nov 07, 2008 @ 09:15:32
refleksi kayak gini, bagus buat kita ya.. ^_^ biar selalu bersyukur..
Nov 07, 2008 @ 09:24:35
cantigi link exchange updated. makasih.. ^_^
Nov 07, 2008 @ 10:25:51
Puisinya ngingetin sie sama lagunya Iwan Fals Sore Tugu Pancoran
Gambaran kelam potret buram kehidupan
Maaf baru berkunjung..
Salam ^^v
Nov 07, 2008 @ 11:14:12
nice poem…
sang bocah mengingatkan kita tuk selalu bersyukur dan peduli pada yang kurang beruntung
Nov 07, 2008 @ 11:44:52
Assalamu’alaikum………..jalan2 nich, dan tersesat ditempat yang begitu indah…..lolololo, tersesat kok indah*bingung* maksudnya terdampar dipulau yang indah,,,,,yang penuh dengan hikmah gitu…….
salam kenal mas……puisinya TOP BGT dach
salam dari Kuncen http://gubugsurya.wordpress.com
sudi mampir
Nov 07, 2008 @ 13:30:27
kadang aQ bisa tercengang dan terdiam sejenak sambil entah menerwang kemana semua isi fikiranQ…tidakkah sebenranya nurani Qta menggerakan segelnitir cinta Qta pada sesama tapi terkadang tanpa daya, dan membuat Qta mnjd seperti tak bisa melakukan apa, meski sangat ingin merubah dunianya….berharap ada keadilan nyata untuk mereka yang senantiasa menemani hal2 terpenting dan terbuang ditengah hiruk pikuk kehidupan fana
Nov 07, 2008 @ 14:37:41
puisinya bagus tapi si bocah itu siapa yah
salam kenal
Nov 07, 2008 @ 16:27:17
dan ada banyak lagi bocah-bocah yang tidak tidur di jam sebelas malam ya mas?
Nov 09, 2008 @ 12:01:25
belum saatnya sang bocah untuk bekerja, tapi kondisi ini memang biasa di negara kita, lazim..
Nov 13, 2008 @ 11:16:40
kulit hitam yg terpanggang matahari..ciri khas mereka..
diperempatan lampu merah, menanti seratus rupiah..
hmm..sering denok jumpai..